#FirstTweet, Lho? Kok Sleeping?

first

 

Ini latepost, dan gue ngelakukannya di kampus pula hari jumat ๐Ÿ˜› , udah dari kapan sih di draft tapi karena kesibukan gue kemarin-kemarin (kemarin sih) terus gue kaget kenapa gue pertama kali ngetweet “Sleeping :D” dan gue jadi bertanya-tanya, kenapa gue harus tidur dengan emot ๐Ÿ˜€ kesannya gue kayak iklan produk tempat tidur di tipi-tipi gitu, padahal pas mau tidur entah muka gue sama jiwa gue gak sinkron (?)

Kalian juga bisa cek sih disiniย https://discover.twitter.com/first-tweet

Eits, gak seru dong kalau gak ngintip punya orang hohohohohohoohohoh terus gue iseng deh ๐Ÿ˜›

1

 

Err.. okey.. it’s old story let’s skip this

Err ^2 sebenarnya temen gue pada di protected sih, gak bisa ngintip (ah!) dan gue cuman bisa ngintip 1 temen gue tapi retweet! Kenapa retweet untuk first tweet? (?)

Oke dah, that’s first tweet dah lama banget 2009 bray. 2009 itu ya twitter masih anget-anget juga kali ya. Dan waktu itu masih pada bebe bebe an

Ask me anything at ask.fm/elmotan95

iPhone 6 Leaked Spec? Hmm.. Biasa aja..

Leaked iPhone 6 Specifications: Ultra-Retina 389ppi Display, 0.22-Inches Thick, 2.6GHz A8 Processor?

Source: iClarified

170879-1280

 

Katanya sih begini nih bocorannya dari si @SonnyDicksonย 

โ—ย iPhone 6 will be 0.22 inches thick #JustSaying

โ—ย Ultra-Retina screen will be 389 ppi #JustSaying

โ—ย The new Apple A8 processor will run at 2.6 GHz. #JustSaying

โ—ย These specs could be the real thing #JustSaying

Sebenarnya bisa aja sih, kalau masalah screen gue udah gak pusingin, udah cukup bahagia sama ppi nya yang sekarang di iPad Mini RD aja berasa di manjakan lho. Gue mengharapkan sih harganya yang murah (walau gak mungkin) hehehe. Yang gue permasalahkan cuman 1 sih, batre, batre dan batre. iPhone 4S gue juga batrenya udah mau ngambek2an sih tapi belum gue calibrate batrenya.

Tapi emang bener sih sampe sekarang ini bahkan di iPad Mini RD saja iOS 7 itu setengah bermasalah, masih belum effecient dalam daya yang di keluarkan, maksudnya masih ada aja ngelagnya saking banyak blur sana sini gitu. And i a little bit fall in love with XPERIA ๐Ÿ˜›

 

Must Have Simple Cydia Tweak for iPad !

fr_339_size880

Buat yang iPadnya di jailbreak dan bingung tweak apa aja sih yang biar iPad nya beda sendiri gitu tapi gak sampai merubah seluruhnya! Ya gue gak bahas theme tapi tweak-tweak yang emang perlu di iPad !

1. Bloard (Repo: BigBoss)

Buat yang keyboardnya biar gelap, hitam dan gak sakit mata karena warna putih, wajib di Install dan ini Free ! Kali aja ada yang gak suka keyboard warnanya putih

fr_340_size880

2. BlurredMusicApp (Repo: BigBoss)

Kalau setel lagu, backgroundnya gitu-gitu aja, pake ini biar backgroundnya = cover album lagu + blur, Setting nya gampang tingkat blurnya di Setting

fr_341_size880

3. DataMeter (Repo: insanelyi)

Ngetrack pemakaian data usage lo baik wifi/3G hanya dari Notification Center dan Simple banget, bisa ngeliat IP, Rate (Speed), Used Data dan Sisa data nya. Dan juga lo bisa setting limit data nya perbulan serta tanggal resetnya.

fr_342_size880

4. Eclipse (Repo: BigBoss 0.99 USD)

Buat yang pengen UI iPad nya jadi lebih gelap dan bosen liat warna putih, install ini ! Dijamin gak bikin sakit mata pas malam hari.

fr_344_size880

5. iCleaner Pro (repo: Exile.90’s)

Ini istilahnya tuh CCleaner nya iPad. Lo bisa ngapus cache dan history serta data-data yang gak kepake di apps, cydia, safari dan attachment pada iMessage / SMS, Selain itu lo bisa juga matiin Daemons (istilahnya kayak System Process) yang gak perlu dan tanpa membahayakan iPad lo. Bisa juga ngapus bahasa (baik pada keyboard, voice control) di iPad biar gak menuh-menuhin memory.

fr_343_size880

 

Betah Dengan Produk Apple

The study also found that out of those questioned:
โ— 54% owned a previous version of the iPhone
โ— 37% bought a second iPhone because they were used to the interface.
โ— 28% said it seemed the best phone for them at the time of switching
โ— 25% said they switched because their friends and family had iPhones and they wanted iPhone specific features such as FaceTime
โ— 17% switched to iPhone from BlackBerry
โ— 14% switched to iPhone from Nokia
โ— 9% switched to iPhone from Samsung
โ— 4% switched to iPhone from HTC
โ— 2% switched to iPhone form Sony Ericsson

Source: iClarified

Apple_gray_logo

Jadi salah satu alasan dan gue juga alasan kenapa gak pindah ke tempat lain dari iOS ya karena ini hape udah memberikan apa yang cukup buat gue. Di tempat lain lagi pada ributin spesifikasinya yang gue gak gitu pentingin, yes you are not using your phone for encoding, decoding, compile, rendering and shit on 4 to 5 inch display.

Kedua, oke overpriced. Masalahnya tingkat kerusakan yang gue alami belum pernah ketemu yang parah banget dan isi hape gue juga gitu-gitu aja.

Alasan lain gue gak gitu suka hape dengan layar gede dan ini selera orang masing-masing sih jadi gak bisa dipungkiri. Selama hape gue blom nongol dan jadi pad buat kantong celana gue.

Yang terakhir adalah System Operasi dimana ketiga clan menggembargemborkan ini. Reason i didn’t use android adalah gue gak gitu suka mengcustomize dan juga gue udah cukup pas nyalain, slide ke kanan, langsung keliatan halaman apps nya.

Masalah control center yang sebenarnya Apple telat dan melihat di iOS 6 ke bawah yaitu SBSettings dimana user gak harus muter-muter buat matiin wifi sama 3G terutama.

Kalau ingin merasakan rasa lain, cobain Windows Phone. Yes, they have different UI and UX.

 

 

 

 

Rakit PC #3: Monitor

60

Jadi hari ini gue memutuskan untuk membeli komponen utama yang bisa gue pake dulu berdampingan dengan laptop gue. Monitor! Yes monitor! Pemilihan monitor disini gak gue bikin ribet karena spesifikasi gue simple aja 23 inch and Full HD. Dan gue dapet LG IPS237L.

23 inch cukup banget di meja gue yang belom gue ganti dan juga IPS nya ya. It’s simple thing. Bagaimana dengan spesifikasi lainnya? Response time 5 ms (GTG) dan juga 75 Hz refresh rate. It’s enough for me karena gue gamenya gitu-gitu aja, telanjang mata aja juga udah bagus lah ngeliatnya

HD1

HD2

HD3

Yang gue suka dari sini pas lagi keadaan off / standby yaitu kesannya layar nya bezel-thin banget (but it isn’t). Tapi bagi gue berasa dari pojok ke pojok itu kesannya luas. Sudah Anti glare pula jadi gak silau dan gue gak bisa liat muka gue juga.

65

64

63

62

Sebenarnya banyak dari vendor lain yang bagus seperti Samsung juga tapi gue dari dulu klop sama LG untuk urusan layar hahaha. Jikalau badudget lu cukup, coba di cek BenQ yang 120hz juga dan response timenya gue lupa. Sekitar 5 jutaan rupiah (tergantung dollar).ย 

Last Post:

Rakit PC #1: Komponen
Rakit PC #2: CPU and Real Life Usage

Rakit PC #2: CPU and Real Life Usage

20140124-080951.jpg

Yo, gue mau membahas mengenai CPU yang ingin gue pilih serta hubungannya dengan real life usage nya. 3770k Ivy Bridge (3rd gen) dan 4770k Haswell (4th gen). Di Indonesia dan di tempat gue tepatnya, processor ini berbeda tipis harganya tapi jika sudah di rakit harganya bisa berbeda jauh, terutama pengaruh motherboard juga disini yang memang belum beragam di tempat gue (ada tapi mahal juga).

Let’s back to real life usagenya, dari spesifikasi terutama clock speednya juga sama, 3.5GHz dan clock pada saat di overclock lebih tinggi 3770k. Eniwei kalo gue tidak diobjekkan untuk overclock soalnya mental gue masih kagak berani takut meledak. Sebenarnya dari hitam di atas putih, spesifikasi dan benchmark 4770k lebih bagus. Tapi how about real-life usagenya? Kalo temen gue yang tukang overclock sih berasa pas main game juga tapi gue kurang tau dia coba dalam hal encode/decode. Perbedaan beberapa % yang gue juga gak begitu mengenal maknanya, in some case kagak terasa. Buat yang tukang overclock dan pengen cari high score pastilah 4770k, kalau gue karena masalah harga dan juga pemakaian di rumah tetapi kalo real life usage dengan 4770k bisa memberikan lebih, kenapa tidak juga? Sayangnya beberapa berbicara haswell lebih panas dari ivy bridge dan diasumsikan kalo gue mendapatkan plus plus yang cukup buat harga segitu.

And, again… Let’s wait till july/august.

Jumat #808080, ACPI, P-States and Family

808080#808080 a.k.a Kelabu a.k.a Abu-Abu

Hari ini musitnya gue kuliah tetapi apadaya hujan menghentikan diriku sejenak sampe-sampe gue terbangun dari tidur gue di pagi hari cuman gara-gara ada bunyi genangan air. Jadi kamis kemarin laptop gue sudah balik dari rumah sakit dan ternyata gak sampai 8 jam masalahnya muncul lagi. Akhirnya gue punya cara yang agak sakti sakit yaitu mematikan P-States melalui BIOS !

Secara umum, P-States kalau di processor Intel disebut Intel Speedstep. Karena semakin banyak bahasa yang beragam dari anak buahnya ACPI ini. Oke gampangnya aja P-States merupakan Performance States menurut wikipedia, menurut gue ini status dimana mengontrol performance processor komputer. Bekerjanya sebenarnya baik sih yaitu mempengaruhi frequency dan voltage pada procie. Semakin naik angkanya (misal P1 sampai P3) maka frequency juga turun. Berhubungan dengan suhu juga dimana kalau lagi high load maka dari P0 bakalan pindah ke P1 dimana mereduksi frequency sehingga suhu juga ikut turun. Kalau gak salah ini istilahnya throttling.

Buat lebih lanjut baca-baca disini sumber dari Intel

Gue belom ngutak-ngatik C-States dimana ini disebut Processor States menurut wikipedia yang dimulai dari C0 (operating state) lalu C1 Halt, gampangnya ini posisi lagi idle jadi frequency turun kali ya, C2 yaitu Stop-Clock gampangnya standby deh dan terakhir yang sering dipakai yaitu C3 atau Sleep.

Buat lebih lanjut mengenai perbedaan C-State dan P-State bisa baca disini sumber dari Intel

Menurut gue ada kesalahan mungkin sama P-States Table karena setiap throttling dan juga processor mau menemui ajal Tj Max nya (temperature maximum), clock turun tapi core 0 (thread 0) malah jadi 100% karena system interrupts (dimana mengacu pada ACPI).

Bahayanya sekarang laptop gue berjalan pada kecepatan maximum turbo-boost di celcius tinggi sehingga agak berbahaya jadi gue setiap selesai tugas, melakukan yang berat-berat, game, gue harus buka Power4Gear untuk menurunkan manual multiplier clock gue karena kalau tidak, clock gue berjalan constant padahal laptop gue lagi idle se idle-idlenya.

low

Sebenarnya ACPI (Advance Configuration and Power Interface) itu apa sih, kenapa ini kata/singkatan aneh banget ya. Gampangnya ini buat mengatur power hardware yang ada di komputer. Ketika ada yang di disable, maka sama saja kayak lagi matiin hardware tersebut. Contoh mendisable ACPI akan mematikan fungsi USB. Ini juga berdampak pada BSOD karena hardware yang dimatiin tersebut gak seutuhnya mati. Gue juga agak bingung menjelaskannya karena masih awam banget di sektor ini.

Kalau dari namanya saja ACPI ini secara garis besar mengatur power yang ada di hardware-hardware komputer bahkan mengatur charge batre dan juga bisa buat mendeteksi siklus dari batre tersebut (CMIIW). Eniwei, kalau sering utak-atik hackintosh pasti mengenal DSDT (Differentiated System Description Table). Kalu menurut gue ini buat ngegantiin Kext. Kext itu semacam driver yang ada di Mac OS dan isinya ada kayak kode-kode hexadecimal dan ID vendor dari hardware tersebut. Kerjanya ya sama, mengkoneksikan hardware, mengatur power yang ada pada hardware tersebut ke papan ibu (motherboard). Jadi kerjanya bekerja sama antara Operating System dan Motherboard. Coba bayangkan kalau tidak ada yang mengatur power kayak USB deh, lu gak bakalan bisa charge smartphone (yang katanya smart) di komputer.

Informasi ini mungkin kurang jelas / susah dimengerti karena gue juga kurang ngerti dengan jelas tapi gue menjabarkan sesuai pandangan gue..

Walao, speedy mati berapa kali hari ini =_=

Rakit PC #1: Komponen

20140115-015122.jpg

This may change due to technology evolution

Jadi kemarin malam gue membangun ulang PC Build yang sebelumnya merefer ke harga dollar dan juga komponen2nya. Gue akan mempertenagakan PC baru ini dengan i7 3770K dan GT650 Ti/680. Berhubung setelah di cek 3rd gen dan 4th gen kagak beda jauh dari segi harga, mobo yang dari ASUS berchipset Z87 masih terbatas tapi gue masih mix and match dengan MSI dan Gigabyte.

Let’s see with first build with i7-3770K

20140115-100616.jpg

Agak sedikit mahal karena mobo gue dari ASUS yang berbeda beberapa ratus ribu dengan gigabyte nanti. Dari beberapa mix and match dan review sebenarnya 3770 kagak berdosa tetapi 4770 agak sedikit membebankan power listrik according to cpu-world.com dan dari hasil benchmark itu beda-beda tipis yang nanti sesuai usage juga. Berhubung main usage bukan gaming tapi video, photo editing jadi beda lagi urusannya.

Now 4770K

20140115-101544.jpg

Berhubung gue kagak ngambil 4770k so…. Let’s forget it

So di 3770K gue masih stick menggunakan ASUS dan mustinya video editing lebih disarankan pakai SSD dan gue mengurungkan niat untuk SSD terlalu dini karena harga juga masih bergelombang. Mustinya HDD 7200 RPM sudah bagus tapi gue masih mengexplore cache size nya apakah 64mb berpengaruh total pada saat video editing?

Source:
enterkomputer
cpu-world
Asus.com
Gigabyte.com

Project Christine-nya Razer, Ayang Christine!!!

20140109-111919.jpg

Project Christine, kalo diinget2 nama modular PC begitu, jadi inget hape dengan modul block-block yang tinggal bongkar pasang ala LEGO. Mengingat sebenarnya itu konsep lebih bagus untuk hape juga. Kalau PC di bikin modular, sebenarnya cuman biar gak repot dan meminimalisir masalah dalam perakitan serta kabel hampir nggak berseliweran. Sebelumnya gue pernah liat design dari BMW cuman lupa namanya dan akhirnya terealisir.

Kalau di bandingin sama PC konvensional yang full tower sebenarnya feelnya lebih berasa yang biasa menurut gue karena mempunyai nilai “merakit” (nilai apa ini). Nah dari yang gue perhatikan disini kemungkinan repotnya setiap mau ganti komponen harus sama razer begitu, karena port dan slotnya khusus? Atau semua hardware dibuat universal? (Mustinya sih universal sekarang).

Yang gue gak suka dari sini cuman 1 dan ini kalau misalkan terjadi ya, yaitu bukan universal port sehingga setiap mau upgrade hardware harus sama razer. Gue berharap ini kagak yaa.

The most thing i like dari ini yaitu meminimalisir masalah hardware mengingat gue punya laptop bermasalah dan ada beberapa dari pengalaman masalah hardware karena kesalahan user dalam bongkar pasang komputernya. Port universal seperti itu juga bikin kabel gak seliwaran, contoh aja HDD di komputer, kabelnya kayak jalan tol.

Gue berharap ini cepetan keluar dan pengen tau harganya moga gak sampe 17 juta tapi kagak mungkin juga.

Must not Resist.

IMG_0125Wut?

Tenang gue gak bahas doge-dogean di atas (apalagi cabe-cabean), it’s just random image ๐Ÿ˜›

Hari ini hari terakhir gue libur (curhat) dan speedy gue kembali ribut-ribut lagi lampunya kedap kedip melewati lampu disko. 1 rumah terputus dari dunia maya. That’s not the problem, the problem is gue butuh HDD lagi dan masih bingung mau beli HDD yang kayak gimana plus laptop mau masuk “rumah sakit” lagi dan sudah di vonis untuk lembiru (hadeh, this not gonna happen)

Gue bikin section yang gak bakal laku, late night with SIRI dan gue bingung mau ngomong apaan sama SIRI karena accent gue yang serba Indonesia. Hope this will be gonna right.

Minggu ini di buka dengan CES kayaknya ada lini baru dari NVIDIA (yang kayaknya gue juga gak bakal beli) and still keep watching aja sih

//lalu internet putus

//lalu nyambung lagi

Buat yang belum tau, kalo CES itu kayak PRJ aja sih ๐Ÿ˜› bedanya disana Electronic ย semua kalo PRJ kan ada motor sama mobil sama kasur sama rumah hantu. Dan katanya ada iBeacon dari Apple.

Menurut gue iBeacon itu menurut experience juga sih, pas ada event gitu lu datang dan tiba-tiba hape lu berdering ada notification gitu iya kali ya kurang lebih ๐Ÿ˜›

Yang gue tunggu dari tahun 2014 cuman

//lalu internet putus lagi

//lalu internet nyambung lagi

film-film yang bermunculan di bioskop dan game-game yang gue cuman bisa ngeliatin orang main…

Ah speedy ruin my mood.

fr_2_size880