Cara pergi ke Puncak Part 1

Wah, setelah satu tahun lebih gak nge posting, terasa ada jaring laba-laba ya di sini. Akhirnya minggu-minggu kemarin (tepatnya di bulan Juni) tersampai sudah jalan-jalan ke puncak naik motor. Tujuannya pertama kali hanya untuk escape saja dari hiruk pikuk dan sibuknya Ibu Kota. Ternyata ada ide yang lebih gila lagi dari sekedar escape ke puncak.

 Gambar disamping ini merupakan gambar peta yang sangat panjang. Jadi untuk sampai ke puncak itu membutuhkan waktu sekitar 2 jam sebenarnya karena jalannya subuh sekitar jam 5.30.

Jalur yang dilewati juga tinggal lurus-lurus saja lewat Cibinong. Cuman untuk pengendara baru yang lewat sini sebaiknya jangan ngebut atau ikut konvoi saja karena jalanan di Indonesia tidak terduga, suka ada lubang-lubang kejutan.

Waktu pergi pertama kali, gue pakai motor matic karena bawaan lumayan banyak. Aerox ternyata dapat menampung tas besar + jas hujan jadi gak khawatir kalau ada hujan mendadak di daerah puncak. Tetep aja sih bawa tas tambahan buat barang pribadi gue (karena perginya sama pacar).

Ada beberapa jalur sih kalau gak mau lewat cibinong, kalau di google maps, tergantung mau keluarnya dimana tapi karena gue mau cepet sampai (pengalaman dulu ketemunya macet-macetan).

Yang pasti kalian kalau mau pergi harus tau juga kapan jalur buka tutup di puncak, walaupun motor gak kenal jalur buka tutup tapi one way aja tetep macet parah.

Di peta ini pasti bertanya-tanya kok kenapa lewat situ. Nah ini nih, kesalahan gue karena gak ngecek lagi jalur yang biasa dilewati pemotor.

Nanti dibawah gue jelasin dengan map yang sudah diperbesar.

 

 

 

 

 

Ini lah jika gue perbesar dari peta atas, gue melewati jalan yang ‘rawan’ banget dan bikin motor gue dangdutan

Kalau keliatan, di bagian bawah peta ada jalur yang kuning, itu adalah jalur alternative yang jalanannya rusak parah. Selain jalanannya menanjak, bebatuannya tajam, suka ada orang yang menawarkan jasa nganterin. Penduduk lokal sih, bilangnya mau kasih tau lewat jalan private yang aman dan nyaman tapi bayar 150ribu. What the hell, scam abis nih sehari dapet 150ribu dari 1 pemotor. Waktu itu sih gue gak ladenin dan tetep aja lanjut jalan rusak2. Untungnya motor gue nanjak juga tapi gue kasian sama motor gue.

Jalur peta yang diatas sangat tidak direkomendasikan dan risky banget, apalagi kalau malem, super gelap. Nah jadi seharusnya gue lewat jalur bawah.

Kata orang jalur yang ini adalah jalur bukit pelangi, dan gue ngelewatin ini pas jalan pulang di trip kedua. Ini jalannya enak banget dan sangat direkomendasikan, selain itu banyak rider juga yang lewat jalan sini. Tiap ke puncak gue patokannya selalu ke Cimory sih (mahal banget ye) tapi karena emang enak sebagai tempat istirahat hehehe.

Gue jalan jam 5.30 jadi di jakarta masih agak gelap dan jalanan sepi. Sampai sentul gue bisa istirahat dulu lempengin pinggang. Di pom bensin ini minimal lu bisa isi bensin sih hehehe, karena gue boncengan ber dua jadi bensin dari rumah ke sini udah turun 2 bar. Kalau sendiri mungkin cuman turun 1 bar.

Lanjut lagi, gue jalan dan ternyata ini belum daerah sentul yang biasa gue liat. Biasa gue ke sentul itu ke ah poong naik mobil di setirin temen. Ternyata masih jauh untuk ke daerah sana. Tapi akhirnya gue tau kalau sirkuit sentul itu gak gitu jauh.

Setelah masuk ke daerah sentul, ini nih enaknya riding, meliuk-liuk sambil merasakan udara segar. Mungkin gue bisa kali ya weekend ke daerah sini aja naik motor sambil riding bareng temen.

Setelah beberapa menit sampailah di ujung sentul dan mulai masuk daerah desa-desa, disini jalanannya labil, ada yang rusak sama bagus. Waktu itu banyak juga yang lagi sepedaan (kuat juga ya padahal nanjak). Dan akhirnya sampai ke daerah jalanan rusak total dan yang kayaknya motor lewat sini aja bisa lepas semua nih baut. Di daerah situ ada beberapa orang yang jaga sambil neriakin kalau jalanna rusak, cuman karena gue gak gitu dengerin gue gak tau mereka cuman ngasih tau atau menawarkan ‘bantuan’.

Di satu titik sebelum masuk jalanan yang nanjak + rusak parah, tiba-tiba ada kayak sekelompok orang yang kayaknya umurnya sekitaran 19 tahun, ada juga yang masih SMP malah, kayak nyamperin gue (gue jalan agak pelan) sambil ngasih tau kalau jalanan rusak di depan karena belum dicor (gila ya kok gak di cor?). Lalu gue tanya tuh, kalau jalan lain lewat mana, mereka jawab lewat jalan private (rumah orang kayaknya yak) tapi ya bayar. Ebuset gue tinggal disini cepet kaya nih cuman modal pinjemin jalan mulus doang. Terus gue tanya, ada fee nya gak atau biaya, mereka sih bilangnya mereka gak ambil untung cuman ikhlas mau bantuin, tapi bayar 150 ribu ke yang punya jalan. Hah? buset bohongnya kelewatan juga. Akhirnya gue tetep mau lanjutin jalan gue sendiri dan gue takutnya mereka malah macem2, untungnya kagak.

Dan benar saja, jalanannya itu nanjak sekitar 40 derajat ada, dan ditengahnya itu batu-batu kali. Nanjak sih nanjak kalau sendirian, nah ini challangenya sambil boncengan, mana perut gue kayak kuda nil pula. Akhirnya dengan ngide gue hajar terus dan voila. Lewat juga jalanan rusak dan tau-tau jalanan bagus. Parah banget ini betulin jalan setengah-setengah.

Akhirnya sampai juga di ceritakan nya nanti ah di part berikutnya. Hehehe

Review Pengalaman Wisuda beserta Tutorial

Ini judul absurd, seakan-akan saya besok akan coba wisudaan di tempat lain.

Okei, jadi 1 Agustus kemarin saya akhirnya resmi untuk menghirup udara segar Jakarta. Yup, kampus gue wisudaan dan gue pun dapetnya yang jam 7 pagi. Sebenarnya masih ngantuk dan malah gak bisa tidur tenang, karena biasanya kalau ada event-event penting yang start nya pagi, pasti deh tidur gak tenang takut bablas.

Wisudaan kampus gue di JCC dan pada saat gue datang, itu ramainya ya mungkin beda tipis lah sama AFAID (ignore this). Jadi di titik ini gue merasakan dan melihat toga itu apa, acaranya seperti apa dan yang terpenting, waktu dulu gue start kuliah diawali dari JCC (Inagurasi) dan berakhir juga di JCC. Kala waktu itu bajunya putih hitam, sekarang bajunya sama sih putih hitam juga cuman nambah dasi kupu-kupu dan toga.

Jaman jadi BC, circa 2014

Actually, i’m here thrice. Inagurasi, waktu nge BC, Wisuda. Inagurasi duduknya dibawah (karena batch dulu ABN), nge BC nontonnya dari atas seperti gambar diatas, berasa megah, dan wisuda duduk lagi dibawah (dilantai yang bawah).

Oke sekian itu saja, wisuda tidak ada tutorialnya, mungkin nanti kalau ada (dan tau) bisa kita bikin tutorial kebaya untuk wisuda 😛

 

Mengajar di KOPAJA ! (Laporan CB Interpersonal Development) (Full Ver)

5871
Yoo, kali ini gue baru ngepost lagi nih setelah sekian lama dan kali ini gue akan bahas mengenai kegiatan mengajar gue ke KOPAJA. Ini merupakan tugas gue dan temen-temen gue juga sebagai kegiatan sosial. Yuk dibaca saja kenapa sih gue ketemu KOPAJA dan apa yang terjadi selanjutnya?

533942_234678216674128_1513326210_n

Kenapa kami memilih KOPAJA? Awalnya kami tahu mengenai KOPAJA ini dari internet, sebuah blog (klik disini). KOPAJA itu apa sih? Bukan sejenis bis yang berwarna hijau tetapi merupakan Komunitas Peduli Anak Jalanan/Marjinal. Yak, sesuai namanya ini merupakan komunitas dimana sebagai wadah untuk anak-anak jalanan / marjinal yang secara ekonomi tidak dapat duduk di bangku sekolah. Kami melihat mereka lebih membutuhkan kami dalam hal pendidikan.

Disini juga kami datang tidak membawa banyak hal melainkkan ilmu yang kami dulu dapatkan, untuk dibagikan kembali, tidak sekedar mengajar ilmu pengetahuan formal tetapi juga pengetahuan umum.
Pelaksanaannya pun kami lakukan tiap hari minggu dari tanggal 29 maret sampai 26 april bertempat di Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, tepat disebelah kampus Magister UNJ. Kami datang pun tidak langsung menemui tempatnya tetapi harus menelurus kedalam area kumuh dimana tepatnya sebagai tempat tinggal pemulung yang mengolah sampah plastik.

Continue reading

2014 in review, Thank you 2014, Welcome 2015.

Hi, Happy New Year for all people 🙂 This is my first post in 2015. 2014 is great year for me. Everything happened there and it’s like a new journey to me. From  happiest one to the saddest one. There are some people supporting me, helping me and giving advice for my study, family and everything.

I don’t have any resolution for 2015, because this year will be a tough one for me. Yeah, that’s all everyone. I don’t know what to write here again. Take care everyone.
Deepest condolences to the families of those on Air Asia Indonesia QZ8501. Stay strong!

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 9,400 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 3 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Merry Christmas 2014 and Happy New Year 2015 !

Yollow, Merry Christmas and Happy New Year!! *suara trompet*

Udah lama gak update, karena sibuknya. Hari ini adalah terakhir update di tahun ini. Gak kemana-mana untuk tahun ini, di rumah saja huhuhu, Gak ada objek deh buat di potret jadi gak ada album buat tutup tahun.

So, liburan ini banyak di kasih tugas juga, and i’ve some problem again with her. What a bad luck for me di akhir tahun ini

Ngomongin tugas, tugasnya bejibun so wish me luck. And my iPhone juga udah berumur jadi udah saatnya nih harus migrasi. Tapi gak tau migrasi kemana dan kemungkinan gak migrasi karena ada beberapa faktor yang tidak bisa dipindahkan dari iPhone ke device lain.

Yosh, Wish me luck for next year.

UTS, OMAIGAD!

Yak, jadi bulan oktober kelewat, dan sekarang udah UTS aja. Kayaknya dari kemarin udah nulis kalau mau update semuanya tetapi yang ada gak di update dan malah nongkrongin layar.

Apa ya UTS? Ya UTS begitulah. Jadi bulan oktober jadi koor volunteer Jakarta Marathon dan di tunggu aja ya kali kalau sempet ceritanya gue disini 🙂

Selamat Melaksanakan Ujian (basi banget dah, ujiannya udah dari kapan)

Semester 3, Omaigad !

#Lebay

Yo, sudah lama tak posting gara-gara sibuk kemarin *beneran lho sibuknya* dan juga menjadi koor volunteer buat Mandiri Jakarta Marathon 2014.

Jadi semester 3 ini udah bejibun tugas, belum sampai menekan mental sih tugasnya jadi biasa aja, kadarnya masih dalam batas wajar (emang gula apa yak pake kadar).

A lot of things happened around august-september yang menjadikan bahan pelajaran baik masalah pribadi, keluarga, kampus, koordinator dan kesehatan (ini nih paling pret)

Jadi gue ke rumah sakit pluit gading, karena ada benjolan yang kalau diliat mengkhawatirkan walau ukurannya cuman 1 cm. Sudah nunggu berjam-jam dari jam 6 sampai barau masuk jam 11 (dokternya lagi bedah) jadi lama deh. Dan akhirnya setelah masuk, ternyata setelah di diagnosa ini cuman jerawat batu cuman dibawah kulit bukan di surface dan juga bukan di daging (lebih tepat kayak lapisan kedua setelah kulit) dan tidak menggangu sensor perasa sakit jadi yasudah, kita poker face bersama ._.

Oke itu aja, (jangan tanya biaya untuk dokternya berapa, biarkan itu jadi rahasia) Bari 1 minggu semester 3, keep fighting 🙂

Wish you all the best 🙂

 

Sibuk, Sibuk Gak Ya? Bolehdeh..

*sambil joget uler*

Yoshaaa, kemarin dicolek sama doi katanya ngepost blog pas lagi galau *eh iya yah?*

Halo cemand2 *najis

Yooo, jadi ini udah akhir Agustus dan gue habis melewati minggu2 kemarin yaitu nge-FEP *tolong jangan salah membaca* di kampus Syahdan. Well gue mau bikin cerita tentang itu sih tapi kasur ternyata memilih gue sebagai perwakilannya jadi gue hanya berada di kasur saja.

Lumayan capek, tapi capek nya terbayarkan lah gak berasa gitu, walau hajar vitamin juga tuh di rumah eh selesai FEP malah ambruk juga muahahahaha.

Gue juga bingung mau daftar UKM apa yah, walau di ending gue ikut daftar IT Division (Associate Member) dan gue sering salah bacanya sih orang nyingkatnya AM gue nyingkat nya bukan AM (hayo cari)

Yak segitu saja untuk CBN16, kelas FEP gue. Gokil. Dan setelah FEP beberapa hari akhirnya muncul Fun Match DOTA 2 Binusian 2017 (MAT GAT) vs Binusian 2018 CBN16 dan gue sebagai komentator gagal.. *kabur

Yasudahlahya

Saya lanjut berkelana ke dunia mimpi lagii