in Kata si Elmo, Tech

Betah Dengan Produk Apple

The study also found that out of those questioned:
● 54% owned a previous version of the iPhone
● 37% bought a second iPhone because they were used to the interface.
● 28% said it seemed the best phone for them at the time of switching
● 25% said they switched because their friends and family had iPhones and they wanted iPhone specific features such as FaceTime
● 17% switched to iPhone from BlackBerry
● 14% switched to iPhone from Nokia
● 9% switched to iPhone from Samsung
● 4% switched to iPhone from HTC
● 2% switched to iPhone form Sony Ericsson

Source: iClarified

Apple_gray_logo

Jadi salah satu alasan dan gue juga alasan kenapa gak pindah ke tempat lain dari iOS ya karena ini hape udah memberikan apa yang cukup buat gue. Di tempat lain lagi pada ributin spesifikasinya yang gue gak gitu pentingin, yes you are not using your phone for encoding, decoding, compile, rendering and shit on 4 to 5 inch display.

Kedua, oke overpriced. Masalahnya tingkat kerusakan yang gue alami belum pernah ketemu yang parah banget dan isi hape gue juga gitu-gitu aja.

Alasan lain gue gak gitu suka hape dengan layar gede dan ini selera orang masing-masing sih jadi gak bisa dipungkiri. Selama hape gue blom nongol dan jadi pad buat kantong celana gue.

Yang terakhir adalah System Operasi dimana ketiga clan menggembargemborkan ini. Reason i didn’t use android adalah gue gak gitu suka mengcustomize dan juga gue udah cukup pas nyalain, slide ke kanan, langsung keliatan halaman apps nya.

Masalah control center yang sebenarnya Apple telat dan melihat di iOS 6 ke bawah yaitu SBSettings dimana user gak harus muter-muter buat matiin wifi sama 3G terutama.

Kalau ingin merasakan rasa lain, cobain Windows Phone. Yes, they have different UI and UX.

 

 

 

 

Write a Comment

Comment