in RF

Weird

“Froster, bangun! Sudah pagi.” Aku bangun dan sambil mengucek-ngucek mata aku pun melihat seorang wanita masuk ke dalam kamarku. “Sayang, sudah pagi. Ini kan hari pertama kamu kerja di kantor baru kamu.” “Iya-iya. Aku bangun.” Lalu dia mengecup pipi kananku. “Sudah aku siapkan air panas. Aku tunggu kamu di dapur ya.” “Iya.Uhh.” Lalu aku beranjak bangun dan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi aku pun berpakaian dan langsung menuju ruang makan. “Say, masak apa hari ini?” Tanya ku sambil membetulkan dasi. “Aku..aku masak…ah.” Tiba-tiba dia terjatuh. “Lecia! Kamu kenapa Lecia!? Lecia!!” Teriak ku sambil terus mencoba menyadarkannya. “Lecia!!!”

“HAAAAAAAAAAAAAAH!! Mimpi apa aku ini? Aneh sekali mimpi ku.” Aku terbangun sambil memegangi kepalaku. ‘Sakit sekali rasanya. Aneh kenapa bisa mimpi seperti itu?’ Aku pun langsung beranjak ke kamar mandi agar tidak telat ke sekolah. “Mam, aku berangkat dulu ya!” teriak ku sambil berlari ke depan pintu rumah. “Hati-hati! Buru-buru sekali kamu.” Balas Mami ku. Seperti biasa aku ke sekolah membawa motor. Aku sudah nyerah apabila menggunakan mobil karena jalanan yang macet parah. Dengan motor bisa menghemat banyak waktu dan aku bisa lebih bebas.

SMA Budi Mulia, berbeda seperti dahulu. Sekarang sekolah ini lebih ketat. Walau sekolah ini sebenarnya menggunakan teknologi canggih tetapi tetap ramah lingkungan karena sudah menggunakan pohon panel surya. Pohon yang daunnya menggunakan panel surya elastis. Terdapat dua gedung, yang satu gedung khusus program jurusan IPA dan satunya lagi untuk program jurusan IPS. Khusus kelas 1 SMA karena terdapat 7 kelas maka di bagi 2. 4 Kelas di gedung IPA dan sisanya di gedung IPS. Aku berada di kelas X-6 di gedung IPS. “Selamat pagi Froster.” Sapa Shin dan dia ikut berjalan di sampingku ke arah kelas. “Pagi Shin. Ulangan Matematika kan hari ini?” Tanyaku. “Iya, udah belajar?” “Belom.” Aku pun langsung menuju bangku paling belakang. Shin duduk di depanku dan sampingnya, Karen. Wanita yang lumayan pintar di kelas dan dibanggakan. Tiba-tiba ada orang yang duduk di sebelahku. “Selamat pagi Frost!” Sapanya. “Ehh…Lecia! Kamu mustinya duduk di depan. Kenapa pindah ke sini?” Tanyaku. “Ehem. Sepertinya hamba harus keluar dari percakapan ini. Permisi” ujar Shin sambil berbicara dengan gaya bangsawan. “Shin!! Liat kau nanti di RF! Akan kumakan kau.” “If you can.” Balas Shin lalu dia membalikan badannya ke depan. “Ok, Lecia balik ke depan. Nanti dimarahin sama guru.”

Bel pelajaran pun berbunyi tanda pelajaran sudah di mulai. Guru Matematika datang ke dalam kelas sambil membawa beberapa lembar soal. “Lecia? Kenapa kamu di belakang sana? Bukannya kamu duduk di depan?” Tanya guru tersebut. “Pak, badan saya lemas. Di depan kan langsung kena kipas pak jadi saya pindah ke belakang sini.” Jawabnya sambil berakting lemas. ‘Hah? Ini anak bohongnya kelewatan.’ Gumamku dalam hati sambil kesal melihat ke arah dia. Rasanya pengen aku usir saja. “Aduh bapak ketinggalan berita ya. Froster kan suka pak sama Lecia.” Teriak Shin. “Shin!! Ah!” gerutuku sambil mengepalkan tangan. Sontak saja satu kelas pada berteriak dan ketawa sambil melihat ke arahku. “Hahaha. Sudah-sudah mau ulangan ini ayo masukan buku kalian.” Sehabis ulangan matematika aku pun keluar dari kelas. Ya seperti biasa, apabila selesai ulangan duluan boleh meninggalkan kelas. Aku duduk di depan kelas. “Yo, Froster.” Suara seseorang dari ujung koridor sambil melambaikan tangan. “Siapa yah namanya? Kok kenal nama saya?” Tanyaku bingung sambil berjabat tangan. “Kenalkan, Hiro.” Jawab dia sambil tersenyum. “RFO Player?” Tanyaku sekali lagi. “Tentu saja Mr. Dragon Armor.” Jawab dia lagi. “Maaf yah soal kemarin, saya cuman ingin mengetes anda hahaha.” “Tidak apa-apa.” Jawabku. Lalu dia berpamitan dengan ku. “Sepertinya sudah selesai semua ulangan. Saya kembali ke kelas ya. Kalau ingin menemui saya datang saja ke gedung IPA di kelas X-2.” Aku hanya bisa terdiam saja.

Aku pulang sekolah jam dua siang. Walau begitu ada juga yang pulang jam tiga bahkan jam empat karena ada kegiatan diluar jam pelajaran. Aku merasa ada yang sedang melihat ke arahku. Aku pun langsung menoleh ke arah kanan. Terlihat ada wanita berdiri di dekat taman sambil memandangi ku. Aku hanya melihat sebentar lalu aku berjalan kembali ke gerbang sekolah. ‘Cakep juga’ gumamku dalam hati. Siapakah wanita itu, apakah dia anak baru?

Write a Comment

Comment