in Uncategorized

Ada Emoticon KasKus yang Berubah

Silahan klik link disini untuk baca lebih lanjut

Ya walau gue menyukai yang berbau tentang Tech tetapi kita gak bisa lepas dari kehidupan sosial kita. Mungkin ini agak berat yah topiknya.

Gue walau udah lama ngaskus jarang make emoticon (hayah gak afal lagi codenya :D) jadi gue gak tau tapi ada perubahan yang digembar-gemborkan yaitu emoticon :maho menjadi emoticon :genit. Ya ada seorang kaskuser nama ID nya sih Better dan twitternya kalo gak salah ini bukan?

Ok kita sekarang main frontal. Untuk memahami LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di klik aja tuh.

Banyak warga kaskus yang gak mendukung dengan perubahan tersebut. Emang sih secara garis besar maho kebanyakan digunakan untuk menghina. Maho (Manusia Homo), ya gak perlu dijelaskan ternyata di Galaksi Bima Sakit, Tata Surya, Bumi itu ada manusia tingkat 2 yaitu manusia homo (gue taunya manusia cuman satu ya manusia doang mau apa lagi?)

Ya mungkin negara kita ini kalian sudah tau mayoritasnya negara apa yah. Disini kita terjadi diskriminasi lagi (pantes sama papua aja ribut melulu mungkin ada sedikit unsur diskriminasi). Ya point-point yang waktu diajarkan disekolah yaitu menghargai kayaknya emang udah gak ada yah. Nah ini napa orang banyak yang bilang jaman sekarang itu adalah akhir jaman karena ya ini.

Ada yang bilang kalo gay blablabla itu sumber penyakit, ah tidak juga. Mereka sadar kalau mereka tau itu gay blablabla dan tau konsekuensinya (gue ada baca di majalah Provoke dan dia itu Lesbi gitu). Ya emang kalau kasat mata kita lihatnya mereka itu penyakit, tapi sebenarnya ada yang harus dipertanyakan. “Kenapa mereka bisa jadi begitu?” Yes that’s the question.

Banyak faktornya yah yang mereka bisa begitu biasanya masalah sosialnya karena mungkin di sekolah sering dikatain “Najis lu gak punya cewek, homo sih.” pas gede dia berubah pikiran “Ah dari pada gue begini, gue normal dikatain, mending sekalian aja gue jadi begitu.” Yes that’s the answer.

Sebenarnya secara gak langsung itu tajem kayak piso baru di asah (eh?). Gak usah dari kata-kata yang maho dan segala macam, kita melihat ke masyarakat. Masih banyak yang ngomong “Eh Cina, Eh Fankui, Eh Batak, Eh Ambon blablabla.” Ya gimana gak memicu keributan kalau manggilnya aja udah bukan nama malah begitu. Tawuran antar sekolah, bahkan ampe ke game online┬ánah siapa yang salah sekarang? Kalau emang dia yang salah terus kita mau kayak di film kita lemparin batu sampe dia musnah?

Oi oi oi, ini bukan film, ini bukan jaman sebelum masehi, ini abad 21 sob dimana teknologi berkembang sangat pesat. Kalau mau kita samakan ama HIV, tidak bisa samakan. Menurut gue nih yah:

HIV: Kalau untuk si anak pasti ketularan dari orang tuanya biasanya, Untuk orang tuanya biasanya mereka “coba-coba atau diajak”

LGBT: Bukan penyakit semacam virus tetapi karakternya dan kepribadian yang berubah dikarenakan ya mungkin dikata-katain atau emang pikiran dia yang mau mencoba hal baru tetapi sekali lagi ini bukan ajakan. “Oi jadi homo dong?” Kan gak mungkin pasti ada sesuatu yang mereka menjadi seperti itu.

Ya, gue cuman bisa bilang begini dan emang diskriminasi itu masih banyak. Mungkin apartheid gak ada di Afrika tapi disini sapa tau ada walau namanya bukan Apartheid tetapi pake nama lain.

Write a Comment

Comment